Welcome my Blog

Selamat datang di Blog saya, semoga blog ini bermanfaat bagi kita semua dalam menambah wawasan dan pengetahuan, kritik dan saran anda merupakan koreksi demi penyempurnaan dalam setiap penyajian yang ada di blog ini ke arah yang lebih baik dalam setiap terbitannya. trimakasih atas kunjungan anda
Tampilkan postingan dengan label Wawasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wawasan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Oktober 2013

BIDADARI SYURGA

Wanita adalah sebuah maha karya Allah. Dibalik kelembutannya ada kekuatan yang dapat menggerakkan sebuah laju peradaban. Islam dengan segala kemuliaannya telah berhasil meletakkan dengan ideal posisi kaum wanita dalam gempita kehidupan. Dan fakta sejarah pun mengungkapnya dengan elok, bahwa di setiap keberhasilan orang-orang besar selalu ada wanita-wanita kuat di belakangnya. Tapi, tidak semua wanita berkenan menempati posisi-posisi itu. Dengan hadirnya racun-racun demokrasi, omong kosong HAM atau bualan feminisme, wanita telah kehilangan karakter-karakter dasar kemanusiaannya. Fungsi-fungsi wanita telah terdistorsi dari letak fitrahnya.
Namun, di tengah kerusakan pemahaman yang semakin kuat, ada sebagian wanita yang tetap menjunjung tinggi martabat mereka. Memelihara nilai-nilai kefitrahan mereka sebagai seorang hamba. Pengorbanan dan perjuangan telah menjadikan para wanita-wanita ini bak bidadari-bidadari surga yang Allah segerakan kehadirannya. Inilah wanita-wanita yang membuat resah para bidadari-bidadari Surga karena kemuliaannya. Menerbitkan cemburu di ufuk hati para bidadari Surga.

1.   Ibu: Oase Cinta Yang Takkan Kering

Ibu, adalah representasi bidadari surga yang paling terang. Hatinya adalah oase cinta kehidupan yang menyejukkan, airnya bening dan tak pernah menemui kekeringan. Kasih sayang dan pelukannya adalah hembus angin kedamaian. Jasa-jasanya takkan pernah dapat terbilang, sekalipun dengan formula-formula canggih matematika atau fisika modern.

Sebesar apapun pengorbanan yang kita berikan pada Ibu, se-zarah pun tak akan dapat menggantikan pengorbanan yang diberikan ibu kepada kita. Dengan memahami bahwa bakti dan pengorbanan kita tak akan pernah bisa membalas kebaikan ibu, semoga bisa menyadarkan kita untuk selalu memahami dan menyelami keinginannya.

Di dunia ini, tak akan pernah kita temukan cinta kasih seindah cinta kasih seorang Ibu. Tentang hal ini dengan apik Imam Adz Dzahabi rahimahullahu menguraikan, “Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan yang serasa sembilan tahun. Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya. Dia telah menyusuimu dengan air susunya, dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu. Dia bersihkan kotoranmu dengan tangan kanannya, dia utamakan dirimu atas dirinya serta atas makanannya. Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu. Dia telah memberikanmu semua kebaikan, dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan kesedihan yang panjang. Dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu, dan seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka ia akan meminta supaya kamu hidup dengan suara yang paling keras. Betapa banyak kebaikan ibu, sedangkan engkau balas dengan akhlaq yang tidak baik. Dia selalu mendoakanmu agar mendapat petunjuk, baik di dalam sunyi maupun ditempat terbuka. Tatkala ibumu membutuhkanmu di saat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga di sisimu. Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar. Engkau puas dalam keadaan ia haus. Engkau mendahulukan berbuat baik kepada istri dan anakmu dari pada ibumu. Engkau lupakan semua kebaikan yang pernah dia perbuat. Begitu berat rasanya bagimu memeliharanya, padahal itu urusan yang mudah…”

Ibu, benar-benar bidadari Surga yang Allah turunkan dengan segera. Maka, sampaikanlah kepadanya betapa kita mencintainya, dan berterima kasihlah atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya kepada kita. Semoga Allah mengampuni dosanya, memberkahi usianya, dan mengumpulkan kita kembali dalam surgaNya.

“Karir terbaik seorang wanita adalah menjadi ibu rumah tangga” (Mario Teguh)

2.   Wanita Shalihah: Pesona Di atas Pesona

Ia mutiara terindah dunia
Bunga terharum sepanjang masa
Ada cahaya di wajahnya, Betapa indah pesonanya
Bidadari bermata jeli pun cemburu padanya
Kelak, ia menjadi bidadari surga, Terindah dari yang ada
– (Hanna)

 
disadur dari:http://www.dakwatuna.com


Kamis, 20 Desember 2012

DUNIA YANG TANPA BATAS

Dunia yang tanpa batas sulit dipahami apa yang terjadi dalam kehidupan  saat ini. Dulu kita melihat  dunia ini sangat besar sekali dan kita beranggapan tidak mungkin dunia ini ditempuh dari segala penjuru wilayah. Bayak hambatan ruang gerak manusia dalam menjalankan kehidupan. Tidak bisa dibayangkan dalam satu hari kita dapat berpindah-pindah dalam tiga Negara dua Benua sekaligus.

Tidak dapat dibayangkan cecara langsung kita dapat berkomunikasi dengan teman kita di Amerika Serikat, Singapura, China, Malaysia, Afrika, Jerman dan Negara di banyak benua lainnnya untuk bertemu tatap muka, tidak dapat di bayangkan dalam hitungan detik kita dapat memesan buku di Amerika Serikat,  tidak dapat menegetahui kabar berita apa yang sedang terjadi diseluruh penjuru dunia. Dan tidak dapat dibayangkan kita dapat menjalin hubungan persahabatan dan persaudaraan dengan orang diseluruh dunia tanpa kita bersilaturahim ke tempat mereka. Kini semua itu telah terjadi dalam kehidupan manusia tidak ada batasan jarak dan waktu yang menghambat hubungan manusia antar Negara bahkan Benua sekalipun saat ini. Itulah yang di sebut Globalisasi

Di Era Globalisasi, apa yang semua terlintas di benak kita zaman dahulu terjawab sudah dengan berkembangnya dunia dan kecanggihan teknologi digital, yang dulu kita tidak pernah terfikirkan dapat cecara langsung dapat berkomunikasi dengan teman kita di Amerika Serikat, Singapura, China, Hongkong, Malaysia, Afrika, Jerman dan Negara di banyak benua lainnnya, kini semuanya mampu kita lakukan hanya dengan duduk santai di rumah sambil minum teh hangat dengan membuka situs-situs social seperti facebook, twiter, yahoo masangger dan media sosial lainnya, dan kita juga dapat memesan buku di Amerika Serikat Melalui Amazone.com, serta dapat menegtahui kabar berita apa yang sedang terjadi diseluruh penjuru dunia hanya dengan duduk santai di tempat-tempat yang kita suka dengan hanya mengakses di detik.com, tempo.co, kompas.com dan okezone.com serta situs-situs beritas era digital lainnya.

Era globalisasi telah merubah pola fikir manusia, membuka batasan ruang dan waktu, menjadikan manusia ikut andil dan sebagai saksi dalam perkembangan peradaban dunia.
seiring perkembangan dunia yang tanpa batas ini dibutuhkan filter bagi setiap individu dalam menerima segala macam informasi dan mampu menyikapi dengan selalu hanya mengambil nilai-nilai positif dari semua informasi yang ada agar tatanan peradaban dunia tetap selaras dengan konsep norma ke khalifahan manusia di jagad raya ini.